CANDRA MALIK & FSB 2018

Melengkapi kebahagiaan kami di Festival Sastra Banggai (FSB) 2018, CANDRA MALIK akhirnya bersedia memenuhi undangan panitia FSB2018.

CANDRA MALIK yang akrab disapa Gus Can ini lahir di Solo dari keluarga yang mencintai Tasawuf. Telah mengenal kebatinan Islam sejak masih kanak-kanak dan kini masih terus belajar kepada belasan mursyid tarekat di Indonesia. Mengasuh sebuah pesantren kecil di Segoro Gunung, kaki Gunung Lawu, Karang Anyar, ia suka bersilaturahmi, terutama sowan kiai dan ziarah wali. Candra berkhidmat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) periode 2015-2020. Ia juga turut mendirikan Persatuan Penulis Indonesia dan mengusulkan akronim Satupena untuk perkumpulan tersebut.

​Selain menulis lirik dan mengomposisi lagu, Candra juga menyanyi. Tahun ini, ia merilis album keempat yang berjudul Cintakustik; setelah dua album Kidung Sufi dan sebuah extended play. Telah berkolaborasi dengan banyak maestro di tanah air, memiliki sejumlah video musik, dan pernah memboyong Piala Vidia untuk kategori Penata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2014.

​Pengalaman satu dasawarsa menjadi wartawan surat kabar membantu Candra Malik untuk produktif menulis. Ia telah melahirkan buku-buku pengalaman spiritual, renungan sufistik, kumpulan esai, puisi, dan cerita pendek, hingga novel. Mengislamikan Islam, buku kedua belas Candra Malik, akan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas pada April 2018. Di sela kesibukan berkelana, Candra yang juga mengajar meditasi. Buku kumpulan puisi Surat Cinta dari Rindu karyanya menjadi Buku Pilihan Hari Puisi Indonesia 2017.

So, nantikan kehadirannya di FSB2018, 20-23 APRIL 2018

#festivalsastrabanggai
#babasalmombasa
#resonansi
#FSB2018
#perjalanankedua
#ayokeluwuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *