Tentang

Tahun ini Festival Sastra Banggai (FSB)2018 memasuki tahun kedua. Seperti tahun sebelumnya, FSB tahun ini tetap melibatkan unsur seni dan budaya lokal. Babasal Mombasa selaku komunitas penyelenggara berupaya mengakrabkan sastra dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat seluruh komponen masyarakat Banggai.

Tahun ini, FSB2018 mengambil tema re.so.nan.si (suara-suara yang memeluk). Tema ini dipilih berdasarkan pertimbangan keadaan Banggai yang multi etnis, multi lingual, dan multikultural yang tentunya sangat rentan terhadap intoleransi yang didalamnya mencakup suku, agama, dan ras. Ditambah lagi keadaan kota Luwuk yang kemarin sempat sedikit mengalami konflik suku.

Melalui tema re.so.nan.si, Babasal Mombasa ingin menghadirkan jati diri sastra sebagai pembawa pesan damai dan persaudaraan ke sebuah perayaan sastra FSB2018. Upaya ini juga sekaligus membuktikan bahwa Babasal Mombasa turut mendengungkan semangat perdamaian.

Dari perayaan sastra ini, Babasal Mombasa berharap agar pesan-pesan damai itu tersampaikan dengan baik sehingga mampu menjaga harmoni dan nilai-nilai kehidupan di Banggai. Semoga…